PERPUSTAKAAN SMP PESAT RISING STAR

SMP PESAT RISING STAR | Jl. Poras No. 7 Sindang Barang-Loji, Kota Bogor

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of ASIYAH SANG MAWAR GURUN FIRAUN
Penanda Bagikan

Text

ASIYAH SANG MAWAR GURUN FIRAUN

SIBEL ERASLAN - Nama Orang;

Asiyah binti Muzahim adalah salah satu cucu Raja Reyyan yang menjadi pengikut agama yang dibawa oleh Nabi Yusuf. Perjalanan Asiyah dimulai saat ia masih kecil. Apa-Aton, seorang abdi Raja Akhen bertugas melindungi Asiyah kecil dari pemberontak di bawah kepemimpinan Herembeb. Meskipun Apa buta karena kedua matanya disentuh dengan besi, keyakinan Apa terhadap Tuhan yang Satu tak pernah goyah.




Untuk melindungi Asiyah dari kemurkaan para pemberontak, Apa melepaskan medali kerajaan yang tergantung di lehernya. Ketika rombongan imigran terus berjalan, Apa sibuk menyiapkan daftar anak-anak yang akan dimasukkan ke dalam Akademi Kerajaan. Mereka adalah Yes, Pare-Aton, Karonaim dan Hama-Aton.

Yes adalah nama lain dari Asiyah, gadis muda berusia lima belas tahun yang berparas cantik dan berhati emas. Anak kedua yaitu Pare-Aton, pemuda berasal dari Amarna yang berusia dua puluh tahun dipanggil sebutan "Ra". Ra menonjol dari keempat anak lainnya karena sifat kepemimpinannya. Anak ketiga yaitu Karonaim yang berasal dari suku Apiru biasa dipanggil dengan sebutan "Ka". Ka merupakan pemuda berusia tiga belas tahun yang jenius di bidang keilmuan. Anak terakhir yaitu Hama-Aton berumur dua puluh tahun. Panggilan kesehariannya yaitu "Ha". Sejak kecil Ha sangat cocok menjadi seorang penasihat.

Seperti yang sudah ditakdirkan, Ra menjadi raja Mesir dan Yes menjadi ratu yang kedudukannya sama tinggi dengan suaminya, Raja Ra. Karonaim atau Karun menjadi kepala Akademi Kerajaan, sedangkan Ha atau Hama-Aton menjadi penasihat raja.

Raja Ra berubah menjadi pemimpin yang diktator dengan mempekerjakan paksa suku Apiru yang dianggap bukan suku asli. Tak hanya itu, Raja Pare-Aton juga membuat kebijakan membunuh semua bayi laki-laki yang lahir di tahun kematian.

Imran dan Yakobed adalah salah satu keluarga Apiru yang melahirkan bayi ditahun kematian. Bayi tersebut dihanyutkan oleh Yakobed di sungai Nil yang kemudian ditemukan oleh Ratu Asiyah dan diberi nama Musa. Meskipun sedikit ragu, Raja Pare-Aton pun mengizinkan Ratu Asiyah mengangkat bayi Musa menjadi anak karena ia tak pernah melihat senyum sang ratu begitu bahagia seperti saat bersama bayi Musa. Ratu juga memutuskan Yakobed sebagai ibu susu bayi Musa.

Musa tumbuh besar di bawah pendidikan istana yang sangat ketat selama tujuh tahun. Raja Pare-Amon merasa paling sempurna sehingga mengaggap dirinya sebagai Tuhan. Tak hanya itu, Raja juga menjadikan Putri Utara sebagai istri dan ratu kedua yang resmi dengan hasutan Kepala Pendeta Haman. Sang Ratu tak dapat terus diam di dalam napas Fir'aun yang terhembus sehingga Ratu Asiyah memutuskan untuk pindah menuju istana musim panas yang terletak di Delta hingga usia Musa menginjak dua puluh tahun.

Sementara itu, Mesir berada dalam kesuraman. Di bawah kondisi seperti ini, tak ada cara selain memanggil Musa yang berhasil memimpin Avaris ke Istana Memphis secepatnya. Di tengah perjalanan Musa melerai penduduk Kipti yang berkelahi dengan penduduk Apiru sehingga penduduk Kipti meninggal dunia seketika, sementara itu Apiru yang menjadi penyebab kematian melarikan diri. Dia menyebarkan berita bahwa Pangeran Musa telah melakukan pembunuhan. Pangeran yang tak diberi kesempatan berbicara pun melarikan diri. Jatuh sakitnya sang Raja dalam perjalanan menuju Faiyum menyebabkan semua benang kendali di atas kuasa Haman, Kepala Pendeta hingga akhirnya Raja Pareamon meninggal dunia. Kepemimpinan dilanjutkan oleh Pangeran Menmatre yang sifatnya tak jauh dari Raja Pareamon. Ia juga menganggap dirinya sebagai Tuhan.

Setelah sepuluh tahun Musa menghilang, ia telah menjadi Nabi, utusan Allah. Nabi Musa kembali ke Istana Mamphis untuk menyerukan agama yang memiliki Tuhan yang Tunggal. Betapa bahagianya Sang Ratu melihat kedatangan putranya yang sangat ia rindukan. Di depan Sang Raja Fir'aun, Nabi Musa meminta Fir'aun untuk melepaskan orang-orang yang tertindas dan memberikan izin untuk melaksanakan ibadah kepada Allah. Amarah Fir'aun tak terbendung lagi. Ia menganggap Nabi Musa telah mengalami kegilaan. Nabi Musa pun membuktikan bahwa ia memang seorang utusan Allah. Ia melemparkan tongkat yang berada di tangannya ke tanah. Tongkat tersebut berubah menjadi naga besar yang bergerak cepat. Kepala Pendeta Ha menyerukan bahwa hal tersebut adalah sihir. Raja Fir'aun meminta Musa untuk melawannya beberapa hari lagi di Hari Raya Hiasan.

Hari Raya Hiasan telah tiba, Raja Fir'aun telah menyiapkan tujuh puluh dua ahli sihir. Mereka menciptakan ular-ular beragam ukuran. Ketika giliran Nabi Musa tiba, ia melemparkan tongkatnya ke tanah. Dengan bantuan Allah, tongkat itu berubah menjadi ular besar yang melahap semua ular yang ada. Tujuh puluh dua penyihir seketika bersujud. Mereka bersujud beriman. Mereka tahu betul bahwa yang Nabi Musa tampilkan bukan sihir atau pun guna-guna.

Kemarahan Fir'aun pun semakin menjadi. Ia membunuh tujuh puluh dua penyihir yang dianggapnya berkhianat. Tak hanya itu, Fir'aun juga membakar Sultanah Asiyah dalam tumpukan kayu yang menjulang tinggi di atas pasir panas. Sultanah Asiyah tak menemukan rumah yang melindunginya ketika di dunia, sehingga ia meminta rumah yang hangat baginya di sisi Allah.


Ketersediaan
#
PERPUSTAKAAN (FIKSI) 2X9.7 Era a
B00036
Tersedia
#
PERPUSTAKAAN (RAK 4) 2X9.7 Era a
B00123
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
2X9.7 Era a
Penerbit
Jakarta : KAYSA MEDIA., 2016
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-979-1479-75-2
Klasifikasi
2X9.7 Era a
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN SMP PESAT RISING STAR
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan SMP Pembangunan 1 didirikan pada tahun 1994 dan saat pertama kali Sekolah diresmikan. Lalu di tahun 2017 nama perpustakaan SMP Pembangunan 1 diganti menjadi SMP PESAT RISING STAR. Perpustakaan SMP PESAT RISING STAR merupakan lumbung ilmu, pusat referensi, rujukan dan sarana penunjang kegiatan literasi sekolah. Perpustakaan SMP PESAT RISING STAR merupakan tempat belajar, berkreasi dan berdiskusi siswa. Dengan membaca dapat membuka jendela dunia, memperdalam ilmu dan memperluas wawasan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?